• Home
  • Tentang Kami
  • Jurnal
  • Arsip Pengantar
12 Aug2021

Menjadi Sentra Penanggulangan Covid-19, Logistik Puskesmas Harus Diperkuat

Share this on WhatsApp

Jakarta: Langkah Kepala Staf Presiden Moeldoko mendorong penguatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menyukseskan penanggulangan covid-19 dinilai tepat. Namun, logistik dan tenaga kesehatan di Puskesmas harus diperkuat.

“Kalau menurut saya bagus ya. Sebenarnya yang namanya kita siap akan lebih baik. Apalagi Puskesmas itu kan levelnya untuk masyarakat bawah,” ujar anggota DPR dari Fraksi NasDem Lisda Hendrajoni dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Agustus 2021.

Menurut dia, penguatan peran dan sumber daya Puskesmas dapat memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat yang sakit. Penanggulangan covid-19 akan jauh lebih efektif karena masyarakat lebih mudah menjangkau Puskesmas.

“Dan, biasanya petugas Puskesmas lebih kenal dengan lingkungan masyarakat. Sosialisasi protokol kesehatan dan lainnya kalau dilakukan Puskesmas juga lebih efektif,” jelasnya.

Namun, terang da, logistik Puskesmas harus disiapkan mulai dari alat pelindung diri hingga alat test polymerase chain reaction (PCR). “Puskesmas memberi pilihan mudah bagi masyarakat di pelosok dalam penanggulangan covid-19,” ujar Lisda.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Mitigasi PB IDI Dr Mahesa Paranadipa mengatakan garis komando penanggulangan pandemi harus lebih jelas. Peran dan kewenangan satuan tugasnya harus jelas agar langkah-langkah yang diambil tepat sasaran, sistematis, dan terstruktur.

Puskesmas adalah salah satu instrumen dalam pelayanan kesehatan. Secara garis komando dan koordinasi ada di bawah dinas kesehatan dan dinas kesehatan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

“Puskesmas selama ini sudah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan karena di level primer dan keberadaannya hampir di setiap kecamatan sampai kelurahan. Berbeda dengan rumah sakit dan klinik yang tidak sebanyak Puskesmas,” papar Mahesa.

Jika Puskesmas dibebankan tugas melaksanakan testing dan tracing, harus didukung tenaga kesehatan dan sarana prasarana. “Penanggulangan covid-19 harus bisa menerapkan kerja sama mix public-private partnership. Tapi pembiayaannya memang harus disusun baik oleh pemerintah. Apalagi serapan anggaran kesehatan kita masih sangat kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko melakukan kunjungan ke Puskesmas Cikalong Wetan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Agustus 2021. Dia menyaksikan penyerahan sejumlah bantuan alat tes antigen.

“Hari ini saya ke sini karena Puskesmas ini stok antigennya mulai berkurang. Kalau kurang tentu akan menghambat apabila ingin meningkatkan jumlah tracing. Antigen ini merupakan hasil produksi dalam negeri yang dinamakan covid-19 atigen rapid test cassette,” ujar Moeldoko.

Sumber: medcom.id

Share this on WhatsApp

Leave a comment

Artikel Terbaru

Memahami Peran Paramedis dalam Perawatan Primer

Kajian Ketidaksetaraan Kesiapan Pelayanan dan Pengetahuan Provider di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia

Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia

Kualitas Hidup yang Berhubungan dengan Kesehatan dan Pemanfaatan Perawatan Kesehatan

Analisis Kebijakan Pendekatan Perawatan Kesehatan Primer di Liberia

Semua Artikel

Berita Terbaru

Kades Dan UPT Puskesmas Posek Jalin Kerjasama Peningkatan Pelayanan Kesehatan

18 October 2022

Dinkes Kulon Progo diminta mengevaluasi pelayanan pasien Puskesmas Wates

18 October 2022

Puskesmas Ambal-ambil Kejayan Buat Inovasi Ini agar Warga Tak BAB di Sungai

13 October 2022

Puskesmas Grabagan Gandeng Yayasan ADRA Gelar Diskusi Interaktif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

13 October 2022

Bangkalan Menuju UHC, Seluruh Puskesmas Diberi Pemahaman Aplikasi E DABU

11 October 2022

Semua Berita

  • Home
  • Tentang Kami
  • Jurnal
  • Arsip Pengantar